RSS

Membuat Surat dengan PageMaker 7.0

Bagaimana sudah lancar latihan membuat kartu namanya? Sudah berapa macam yang Anda buat?
Kali ini kita akan memformat surat, terutama bentuk surat resmi yang biasa dipakai dalam kedinasan atau keorganisasian, soalnya kalau bentuk surat bebas seperti buat keluarga, teman ataupun pacar…. ane gak bakalan ajarin di sini….. bentuk yang bebas seh bisa dibentuk sendiri sesuai selera bukan?
Yang ane tahu bentuk-bentuk surat resmi itu ada beberapa macam (lihat gambar di bawah), diataranya ada bentuk Resmi (Official Style), bentuk Lurus Penuh (Full Block Style), bentuk Lurus (Block Style atau Modified Block Style), bentuk Setengah Lurus (Semi Block Style), bentuk Sederhana (Simplified Style), bentuk Lekuk (Indented Style), bentuk Alinea Menggantung (Hanging Paragraph), bentuk Lurus Dengan Perihal atau “Pokok Surat” (Subject Notice) dan bentuk Surat Bersambung (Surat Dua Halaman).


Ane coba buat satu macam bentuk aja, surat resmi yang lebih umum dipakai, bentuk surat-surat lainnya bisa Anda coba sendiri nanti.
Isi Suratnya boleh anda unduh di sini.
Kita mulai dengan membuat file baru…. telusuri: File > New. Atau dengan menekan dua tuts keyboard: Ctrl + n (^N). Maka dilayar muncul dialog Document Setup.

Jika isian pada Dimensions-nya masih inches, Anda rubah dulu menjadi Milimeters, di kotak dialog Preferences, kalau lupa silakan buka lagi pelajaran tentang Mengenal Areal Kerja.
Baiklah, kita teruskan…. pada dialog Document Setup, ganti Page size menjadi A4,  biarkan orientation-nya pada pilihan Tall. Klik check box Double-sided pada pilihan Options.  Biarkan Number of pages dengan isian angka 1 nya. Terus kita beralih ke Margin, rubah isian pada Left-nya menjadi 27, Right-nya 27, Top-nya 20 dan Bottom-nya menjadi 20. Lalu tekan tombol OK.


Sekarang kita punya kertas kerja di monitor komputer dengan ukuran A4 (210mm x 297mm). Areal kerjanya telah kita batasi dari ujung kertas sebelah kiri 27 mm dari sisi kertas kanan 27 mm dari ujung atas 20 mm dan dari bawah 20 mm. Jumlah halamannya 1 halaman.
Ayo kita mulai membuat surat, ambil file yang kita unduh tadi dengan cara: arahkan mouse ke menu Start yang ada di taskbar Windows dan klik kiri di sana, lalu geser mouse ke All Programs dan geser lagi mouse untuk mencari gambar icon Microsoft Office dan temukan proram Microsoft Office Word 2007.
Sebentar kemudian di layar muncul logo dari program Microsoft Office Word 2007, lalu terbukalah areal kerja programnya. Dari situ kita Open file…. dan cari nama file SURAT_CONTOH.docx.
Maka sekarang terpampanglah di hadapan kita sebuah file surat hasil dari unduh tadi, maaf ya… ini hanya surat-suratan alias boong-boongan (jangan dimasukin ke hati), ane cuman mau ngasih contoh bagaimana nanti memformat/mendesainnya doang…. jadi gak perlu dibahas isi dari surat ini yah…. apalagi jadi urusan pihak yang berwenang….. ih… amit-amit deh.. jangan sampe yah…


Pada bagian atas file ada nama surat dan nama program yang terbuka, lalu pada bagian bawah (taskbar) terlihat ada dua icon program yang sedang aktif yakni Adobe PageMaker 7.0 dan SURAT_CONTOH-Microsoft Word, karena yang sedang tampil di hadapan kita adalah Microsoft Word, karenanya icon program Microsoft Word lah yang terlihat seperti menjorok ke dalam (seperti sedang ditekan), sedangkan yang PM7.0 nya seperti tombol yang normal tidak lagi ditekan.
Kalau kita perhatikan isi surat ini acak-acakan, tidak beraturan spasi ataupun tab-tabnya, biarlah jangan hiraukan, karena kita akan rapihkan di program PM7.0. Yang mesti Anda perhatikan dimana letak kursor sekarang?
Tekan 2 tuts keyboard yakni Ctrl + a (^A) untuk memblok keseluruhan file. Lalu tekan 2 tuts lagi: Ctrl + c (^C) untuk meng-copy file tersebut.
Sekarang kita tekan tombol icon program Adobe PageMaker 7.0 yang terletak di taskbar bawah, maka dihadapan kita akan tampil kembali lembar kerja PM7.0 yang kita tinggalkan tadi.
Tempatkan teks file tadi pada lembar kerja kita dengan meng-klik mouse kita di areal kerjanya (di daerah yang dibatasi kotak bergaris merah dan biru. Perhatikan kursor kita berkedip menempel di rusuk kiri dari areal kerja kita. Biarkan dulu di sana. Sekarang tekan lagi 2 tuts yakni Ctrl + v (^V) untuk memanggil file word yang sudah kita copy tadi.
Maka munculah teks surat tadi mengalir dari atas ke bawah di dalam areal kerja kita. Areal kerja kita itu seolah-olah sebagai pagar pembatas buat teks hasil impor-an kita. Teks-teksnya tidak akan kabur ke luar pagar itu.

Telusuri: View > Zoom In atau tekan dua tuts: Ctrl dan + (^+), kalau belum begitu jelas teks nya telusuri sekali lagi. Kalau Anda ingin sekali langkah cukup dengan tekan dua tuts: Ctrl + 1 (^1).
Sekarang ambil Pointer Tool di toolbox, klik mouse kita di areal kerja yang sudah ada teks surat itu, maka akan muncul Handle Windowshade, tekan tahan Handle yang letaknya di kepala surat (lihat gambar) drag ke atas sampai batas areal kerja atas.

Gantian sekarang ambil Text Tool di toolbox, klik mouse di areal surat kita, lalu Select All: Ctrl + a (^A), untuk mem-blok keseluruhan surat itu. Tekan 2 tuts: Ctrl + m (^M) untuk memunculkan dialog Paragraph Specifications. Isi Indents: Left, First, Right, Before dan After-nya dengan angka nol (0). Lalu Alignment: nya dengan Justify, terakhir tekan tombol OK.

Klik mouse disembarang tempat, maka Anda akan melihat sebuah surat yang sudah agak berbentuk, tidak acak-acakan seperti awalnya.

Mari kita teruskan, Select All lagi keseluruhan teks surat itu lalu tekan 2 tuts: Ctrl + t (^T) untuk memunculkan kotak dialog Character Specifications.

Pilih jenis Font nya dengan menekan tombol panah ke bawah, jenisnya Times New Roman. Size nya rubah menjadi 10,5 karena di deretan pilihan size tidak ada angka setengah-nya, maka kita ketik aja memakai tuts keyboard: 10,5. Leading nya pilih Auto. Color nya pilih Black. Tekan tombol OK. Klik mouse di sembarang tempat.
Sekarang Anda siap untuk mendesain surat.
Mulai dari kepala surat/ Kop surat, di surat ini ada 4 baris kalimat. Yakni :
PEMERINTAH KECAMATAN PULAU BARU
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Jalan Kemuliaan III No.1 A, Telepon …………., …………., Fax ………….
WILAYAH BARU (007212), baiklah kita blok semuanya dengan Text Tool.
Tekan tiga tuts: Shift + Ctrl + c (Sh^C), lalu tekan lagi tiga tuts lagi: Shift + Ctrl + b (Sh^B). Selanjutnya kita buat size font pada kop surat ini berbeda-beda agar bagus, tekan 2 tuts: Ctrl + ‘ (^’) untuk memunculkan Control Palette.

Masih dengan Text Tool, blok kalimat baris pertama: PEMERINTAH KECAMATAN PULAU BARU ganti size font yang semula 10,5 menjadi 16, dan tekan tombol I di Control Palette itu agar teks nya menjadi bentuk Italic/miring. Kalau kita tidak mau memakai dialog Control Palette, pakai saja kotak dialog Character Specifications seperti pelajaran di atas.
Lalu deretan kalimat baris kedua: DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, ganti size fontnya menjadi 18. Lalu baris ketiga dan keempat: Jalan Kemuliaan III No.1 A, Telepon …………., …………., Fax …………. WILAYAH BARU (007212) ganti size fontnya menjadi 12. Hilangkan Control Palette dari layar dengan menekan kembali 2 tuts: ^’. Kalau benar langkah Anda maka akan terlihat kop surat kita seperti gambar di bawah ini.

Tinggal kita kasih garis untuk memisahkan antara Kop Surat dengan isi surat, ambil Constrained Tool di Toolbox, tempatkan kursor kira-kira 8 mm sebelah kiri dari rusuk kiri areal kerja kita, tekan mouse disana, lalu drag mouse ke sebelah kanan….. sampai 8 mm di sebelah kanan dari rusuk kanan areal kerja kita, lepas mouse lalu telusuri: Element > Stroke > Custom.
Akan muncul dialog Custom Stroke, rubah bentuk Stroke style menjadi garis tebal dan tipis, rubah Stroke weight nya menjadi 3 (lihat gambar), tekan tombol OK.

Jadilah kita punya Kop Surat / Kepala Surat seperti gambar di bawah ini.

Selanjutnya kita garap isi suratnya oke?
Dengan Text Tool blok dari kalimat “Wilayah Baru…” sampai “…Proklamasi”. Lalu tekan 2 tuts: Ctrl + i (^I) untuk menentukan tabulasi. Akan muncul dialog Indents/Tabs. Klik dengan mouse kita di mistar yang ada pada dialog itu nilai 19, lalu nilai 23 dan nilai 95. Tekan tombol OK.

Hasilnya….

Tempatkan kursor di depan huruf “W” pada kata “Wilayah…..” tekan tuts Tab sebanyak 3 kali. Lalu tempatkan kursor di depan huruf “G” pada kata “Gelar….” tekan tuts Tab 2 kali. Hasilnya akan seperti ini:

Selanjutnya, blok kalimat isi surat alinea pertama, mulai kata “Sesuai instruksi…..” sampai kata “…….. dilaksanakan pada”, munculkan dialog Paragraph Specifications (^M), rubah nilai First nya menjadi 10. Tekan tombol OK.
Lakukan hal yang sama untuk alinea ke 3 dan 4, yaitu dari kata “Sehubungan dengan……” sampai dengan kata “…… terima kasih.”
Beginilah hasilnya:

Sekarang blok alinea ke 2 dari kata “Hari, tanggal……” sampai kata “…. Rombongan.”, tekan munculkan dialog Indents/Tabs. Klik di mistarnya nilai 40 dan 45, lalu tekan tombol OK.

Klik mouse di depan huruf “J” dari kalimat “Jl. Budi Bakti…….”, tekan tuts Tab sebanyak 2 kali. Jadilah alinea ke 2 itu seperti ini:

Sekarang kita format nama jabatan si pembuat surat: blok mulai huruf “a” pada kata “an….” sampai pada kata “NIP. ………..”, munculkan dialog Indents/Tabs.

Klik di mistarnya nilai 90, lalu tekan mouse kita di lambang identasi kiri yang bagian bawahnya dan geser ke nilai 82. Tekan tombol OK.

Tempatkan mouse di depan huruf “D” dari kata“DAN KEBUDAYAAN”, tekan tuts Tab satu kali saja. Lakukan hal yang sama untuk kalimat “ASEP….” dan kalimat “NIP. ………”. Untuk melengkapi bagian ini buatlah garis antara Nama dan NIP dengan Constrained Tool dari Toolbox, pilih jenis line yang biasa dengan sizenya .5pt. Jadilah bagian ini seperti gambar di bawah ini.

Pada bagian akhir kita garap bagian tembusan, blok dari angka “1” sampai kata “Wilayah Baru” pada kalimat nomor 2 nya. Munculkan dialog Indents/Tabs. Klik di mistarnya nilai 5, lalu tekan tombol OK.

Selesai sudah format surat yang kita buat dengan susah payah ini, ane yakin kalau Anda sering melakukan percobaan dan latihan-latihan seperti di atas, surat yang bagaimanapun bentuk dan isinya pastilah Anda akan bisa men-desain-nya secara rapi dan cepat. Insya Allah, bagaimana niatnya.

Selamat berlatih. Tunggu pelajaran selanjutnya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 25, 2012 in Adobe Page Maker, desktop publishing

 

Tag: , , , , , ,

Membuat Kartu Nama dengan PageMaker 7.0

Pelajaran pertama yang paling mudah dan cepat dibuat dan hasilnya cepat dilihat adalah membuat Kartu Nama. Dulu waktu ane baru belajar PageMaker versi 4.0, pelajaran pertamanya adalah membuat Kartu Nama, karena memang begitu kita selesai menginstall program ini dan berhasil. Maka ada dorongan buat kita membuat sesuatu publikasi yang mudah dan cepat kelihatan hasilnya dan dapat segera diuji kebenarannya. Karena ‘katanya’ apa yang dilihat di layar akan sama dengan hasil di printer berikut ukurannya, gak bakalan meleset. Itu kehebatannya PageMaker. Dan itu pula yang membuat ane ingin buru-buru mulai, untuk membuktikannya. Ane rasa anda pun berpikiran yang sama.
Baiklah, kita mulai saja pelajarannya….
Arahkan kursor kita ke toolbox, klik kiri pada Rectangle tool (lambang kotak). Maka kursor kita berubah bentuk menjadi tanda plus + (lihat Gambar di samping). Lalu arahkan kursor ke tengah monitor di kertas kerja kita. Klik tahan mouse kiri untuk menentukan titik awal disudut kiri atas dari kotak kartu nama yang akan kita buat (gambar bawah), lalu drag (menggeser kursor sambil meng-klik tahan tombol mouse) secara diagonal ke kanan bawah, dan lepas mouse, …


lalu klik kiri mouse di sembarang tempat yang kosong. Maka sekarang kita sudah mempunyai gambar sebuah kotak yang ukurannya masih sembarangan.

Takut mati listrik atau komputer Anda hunk, meskipun baru satu langkah yang kita kerjakan, baiklah Anda save dulu filenya dengan menekan tuts ^ S atau telusuri File > Save, akan muncul dialog Save Publication, maka tentukan dimana Anda akan menyimpan file Kartu Nama Anda dan kasih nama file Anda itu. Lalu tekan tombol Save. Aman sudah file Kartu Nama Anda sekarang.

Kartu Nama standarnya berukuran 9 cm x 5,5 cm.
Untuk bisa mencapai ukuran persis seperti itu maka kita bisa gunakan 2 cara:
Cara Pertama: arahkan kursor ke sudut kiri atas pertemuan 2 mistar (atas dan kiri), dimana disana terlihat 2 garis titik-titik yang bersilangan.
Klik tahan tombol mouse kiri Anda di garis silang itu (lihat gambar di samping) lalu drag kursor ke sudut kiri atas (titik awal) gambar kotak ‘calon kartu nama’ tadi. Usahakan agar kursor kita betul-betul tepat di titik sudut kotak itu. Dalam keadaan kursor masih ter-klik-tahan itu, maka dilayar terlihat ada dua garis bantuan mistar yang membelah layar secara vertikal dan horisontal dimana titik sudut pertemuannya adalah titik awal sudut dari kotak tadi.

Begitu mouse kita lepas, maka akan terlihat penunjukkan angka di mistar atas dan kiri berubah, titik nol dari mistar itu (mistar atas dan kiri) adalah posisi dari titik awal gambar kotak kita.

Sekarang arahkan kursor ke toolbox, klik pointer tool (gambar panah hitam), lalu arahkan kursor ke salah satu rusuk dari gambar kotak kita (boleh rusuk yang mana saja). Klik kiri mouse di sana, maka akan terlihat titik-titik aktif dari gambar kotak kita (Lihat gambar samping).

Lalu arahkan kursor pada titik aktif berupa buletan yang ada di tengah rusuk kanan dari gambar kotak kita. Tekan tahan mouse di sana, lalu drag horisontal ke arah kiri atau kanan sambil perhatikan garis putus-putus di mistar atas yang merupakan penunjukan panjangnya kotak itu di mistar, begitu sampai di angka 9, lepas mouse. Sekarang kita mempunyai kotak dengan panjangnya yang 9 cm.

Lakukan hal yang sama dengan menggerakkan titik aktif yang ada di rusuk bawah gambar kotak, drag kursor ke atas atau ke bawah sampai penunjukkan angka di mistar kiri di angka 5,5 cm. Akhiri dengan menggerakkan kursor ke tempat yang kosong di layar dan klik mouse kiri, maka titik aktif yang terdapat di sekeliling gambar kotak kita akan hilang. Selesai sudah kita sekarang mempunyai sebuah kotak kartu nama dengan ukuran 9 x 5,5 cm.

Cara Kedua: Begitu kita mempunyai sebuah gambar kotak yang belum diketahui ukurannya, maka tekan ^’ (Ctrl + tanda petik) pada keyboard anda untuk memunculkan Control Palette. Atau gerakkan kursor kita ke Toolbar di atas, telusuri: Window > Show Control Palette.

Sekarang di tengah layar kita muncul semacam Toolbox yang lain yang bentuknya tidur/memanjang. Inilah yang disebut Tool Control Palette.
Klik salah satu rusuk dari line gambar kotak kita, maka otomatis terjadi perubahan data-data di dalam Control Pallette. Rubahlah nilai W menjadi 90 mm, caranya? Sorot geser (blok) angka pada isian disamping tulisan W itu menjadi 90. Lalu nilai H nya menjadi 55 mm.

Akhiri dengan menekan enter. Lalu klik kiri mouse kita di sembarang tempat yang kosong. Dengan demikian kotak yang kita buat tadi telah berubah menjadi berukuran 90 mm x 55 mm sudah pasti. Untuk menghilangkan kembali Control Palette dari layar, tekan ^’ (Ctrl + tanda petik).
Selamat !!! Sekarang anda sudah mempunyai sebuah gambar kotak untuk sebuah kartu nama dengan ukuran yang pasti, yaitu 90 cm x 5,5 cm.
Amankan dulu file Anda dengan men-save-nya, tekan saja ^ S.
Untuk memulai mendesain kartu nama, baiklah ane berikan contoh kartu nama yang ane punya aja (bukan promosi lho!). Data-datanya sbb:  Nama Asep Suhendar, Jabatan Artistik/Designer, Nama kantornya: ARiS Advertising, Alamat Kantor: Wisma Harapan Kita Bidakara, Jl. S. Parman Kav. 87, Jakarta 11420, Alamat Rumah: Mega Regency E12/27, Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat.
Langkah pertama yang dilakukan adalah geser kursor ke toolbox, klik kiri mouse di text tool (gambar T), maka bentuk kursornya akan berubah menjadi I-Beam (Lihat gambar di samping).
Tempatkan kursor di kertas kerja, diluar gambar kotak tadi, boleh juga di bawah gambar kotak itu. Klik kiri di sana, maka kita akan mendapatkan garis tegak lurus yang berkedip, itu adalah tanda kursor untuk pengetikan / pembuatan teks, maka mulailah mengetik: “ARiS Advertising”.
STOP dulu!
Hasilnya seperti gambar di bawah? Dalam posisi kursor kita berkedip-kedip di belakang huruf “g” dari kata “Advertising”, mungkin anda kepayahan untuk melihat tulisan sekecil itu, maka sekarang tekan ^1 (Ctrl + 1), kalau masih kurang jelas tekan ^2 (Ctrl + 2).

Lalu lanjutkan dengan menggeser mouse ke bawah ketikan tadi kira-kira 2 cm, lalu klik kiri di sana dan mulai mengetik: “Asep Suhendar”. Pindahkan lagi mouse ke bawahnya lebih kurang 2 cm klik mouse kiri lagi dan ketik: “Artistik / Designer”, lalu klik mouse ditempat kosong lebih ke bawah lagi dan ketikkan “Office:” tekan Enter, lalu ketik lagi : “Wisma Harapan Kita Bidakara,” (tekan Enter), lalu: “Jl. S. Parman Kav. 87,” (tekan Enter), lalu: “Jakarta 11420” (tekan Enter), lalu : “Home:” (tekan Enter), lalu: “Mega Regency E12/27,” (tekan Enter), lalu: “Cibarusah,” (tekan Enter), lalu: “Bekasi, Jawa Barat” akhiri semua pengetikan data itu dengan klik kiri mouse di tempat kosong.
Bandingkan hasil akhirnya seperti gambar dibawah ini.

Catatan: Pada saat pengetikan tadi mungkin diperlukan bergesernya layar agar areal kerja anda terlihat jelas, maka geserlah kotak abu-abu yang terdapat pada Scrolbar di sebelah tepi kanan dari layar monitor anda untuk ke atas atau kebawah, atau Scrolbar di tepi bawah  monitor untuk ke kiri atau ke kanan.
Sekarang coba Select All dengan menelusuri Menubar….. Edit > Select All atau dengan tuts ^A (Ctrl + A).
Coba anda perhatikan di areal kerja anda, gambar kotak sedang aktif dengan titik-titik pilih di line sekelilingnya. Dan 4 blok teks ketikan anda tadi. Ini menunjukkan kalau gambar kotak, dan ketikan-ketikan tadi memiliki areal masing-masing yang satu sama lain terpisah. Ini sengaja kita buat untuk memudahkan dalam pengerjaan kartu nama kita.

Baik, kita lanjutkan langkah kita dengan menentukan jenis-jenis huruf yang dipakai dalam kartu nama kita.
Geser kursor ke toolbox, klik kiri di text tool, lalu geser lagi kursor ke teks: “ARiS Advertising”. Klik tahan (mouse kiri) kita di depan huruf “A” dari kata “ARiS” lalu geser kursor sehingga 4 huruf itu tertutup blok seperti ini , lalu geser kursor tanpa mengkliknya ke arah Menubar, berhenti di Type, lalu klik mouse kiri, dan geser ke Character…. dan klik kiri di sana. Atau bisa dilakukan dengan menekan ^T (Ctrl + T) setelah kita memblok 4 huruf diatas. Dilayar akan muncul kotak menu Character Specifications, seperti di bawah ini.

Tekan kotak combo yang segaris dengan Font: maka disana termuat berbagai macam jenis font/huruf yang bisa kita pilih dan sesuaikan dengan keinginan kita. Untuk sementara disini pilih jenis huruf Castanet.
Lalu Sizenya rubah menjadi 21. Lalu tekan tombol OK.
Selanjutnya, rubah jenis font untuk “Advertising”, menjadi huruf Snell Bd BT, dan sizenya 16, caranya seperti contoh kata “ARiS” diatas.
Lalu untuk kata “Asep Suhendar”, letakkan kursor di antara huruf-hurufnya, lalu tekan ^A (select all), maka 2 kata itu akan langsung diblok otomatis, lalu ganti jenis fontnya menjadi Bahamas dengan sizenya 19.
Lalu “Artistik / Designer”, hurufnya Arial, sizenya 9.
Terakhir 8 baris kalimat dari mulai “Office” sampai “Barat” sekaligus di ^A, dan hurufnya diganti Arial, sizenya 8, Leadingnya diganti menjadi 8. Ada tambahan, untuk kata “Office:” ditebalkan dengan diblok lalu tekan ^ShB (Ctrl + Shift + B) begitupun untuk kata  “Home:”.
Jadilah hasil akhirnya seperti gambar di samping.

Langkah selanjutnya, penempatan di gambar kotak kartu namanya, yakni dengan cara:
Geser kursor ke arah toolbox, lalu klik kiri mouse di Pointer Tool (lambang panah), lalu geser kursor lagi ke tulisan “ARiS Advertising”, dan klik kiri mouse di antara teksnya, maka blok teks “ARiS Advertising” akan muncul, yang menandakan bahwa blok teks itu sedang aktif. Tekan tahan mouse kiri disana, lalu drag kursor menuju ke gambar kotak, maka blok teks itu terbawa bergeser, saat kita mengangkat blok teks itu jangan kaget kalau tanda panah kursor kita akan berubah (lihat gambar).

Tempatkan ke dalam kotak kartu nama yang masih kosong, kira-kira posisinya seperti ini:

Di samping nama perusahaan biasanya terdapat logo perusahaan, kalau sudah ada tinggal di ‘place’ saja di sana (caranya nanti ane terangkan dalam  pertemuan selanjutnya), jika belum siap file gambarnya kita tandai dulu dengan lingkaran untuk kavling penempatan logo itu. Caranya, geser kursor ke toolbox, klik kiri mouse kita pada lambang lingkaran (oval tool), serta merta kursor kita berubah bentuk menjadi tanda ‘+’ (Lihat gambar samping). Lalu kita geserkan lagi kursor kita menuju kotak kartu nama kita. Lalu tentukan di sudut kiri kotak kartu nama itu sebagai titik awal pembuatan lingkaran itu. Lalu klik kiri mouse kita di sana dan drag/geser kursor kita diagonal ke bawah kanan, setelah membentuk lingkaran, klik kiri mouse kita. Lalu akhiri dengan mengklik kiri mouse kita di sembarang tempat yang kosong. jadilah kartu nama kita seperti gambar di bawah ini.

Jika diharapkan lingkaran itu bentuknya betul-betul bulat dan tidak gepeng, maka pada saat kita men-drag mouse membuat lingkaran tadi, secara bersamaan pijit tuts Shift.
Sekarang kita ambil blok teks “Asep Suhendar” dan menempatkannya seperti gambar dibawah.


Disana terlihat blok teks untuk kalimat “Asep Suhendar” itu panjang sekali sampai melebihi areal kertas kerja kita, untuk itu tempatkan kursor kita di titik segi empat dari windowshade blok teks itu, …

tekan tahan mouse kiri kita dan drag kursor ke arah kiri menuju gambar kotak kartu nama pada rusuk sebelah kanan, setelah sampai di tujuan baru lepas tombol mousenya, hasilnya seperti gambar di bawah.

Lalu arahkan pointer tool ke titik windowshade blok teks sebelah kiri bawah (tepat di kaki huruf A dari kata “Asep”), tekan tahan mouse dan drag menuju rusuk kiri dari kotak kartu nama hasilnya seperti gambar.

Untuk membuat teks “Asep Suhendar” itu menjadi senter di tengah gambar kotak kartu nama kita, arahkan mouse ke toolbox, ambil text tool, lalu blok kalimat “Asep Suhendar”…

tekan ^ShfC (Ctrl+Shift+C), akhiri dengan mengklik mouse di tempat yang kosong. Hasilnya seperti pada gambar….. bagaimana persis gak dengan yang Anda kerjakan?

Perlakukan hal yang sama untuk teks “Artistik / Designer”, ambil teks itu…. tempatkan di kotak kartu nama kita, lalu buat kalimat itu menjadi senter, hasilnya akan seperti gambar di bawah.

Sekarang giliran blok teks alamatnya yang belum dimasukkan di kotak kartu nama kita. Tapi sebelumnya kita buat dulu garis bantu (Guides) untuk penempatan blok teks alamat itu biar manis terlihat. Perhatikan posisi nol mistar atas dan mistar kiri masih tepat di titik sudut kiri atas kartu nama kita? Bagus kalau masih, sekarang tinggal kita arahkan kursor kita ke mistar kiri, dan klik tahan mouse kiri di sana, lalu drag ke kanan sambil perhatikan garis titik-titik di mistar atas sampai di angka 4 mili meter. Lepas klik kiri mouse maka akan terlihat garis Guides yang berwarna hijau vertikal diatas kertas kerja kita yang menunjukkan jarak 4 mm dari rusuk kiri kartu nama kita. Lakukan hal serupa untuk membuat Guides vertikal yang kedua dengan penunjukan di mistar atas 86 mili meter. Lalu ambil lagi Guides ke tiga dengan mengambilnya dari mistar atas untuk mengambil garis Guides yang horisontal, tekan tahan mouse sambil di drag ke bawah, perhatikan penunjukan angka di mistar kiri…… sampai di angka 51 mili meter, lepas tombol mouse kita. Hasilnya seperti Gambar dibawah. Yang mana sekarang kita mempunyai garis bantu Guides 3 buah, masing-masing 4 mm dari rusuk kiri, 4 mm dari rusuk kanan dan 4 mm dari rusuk bawah kartu nama kita.

Marilah kita sekarang tempatkan blok teks alamat pada posisinya yang layak…….
Ambil pointer tool di Toolbox, lalu arahkan kursor ke blok teks alamat, klik kiri-tahan disana dan drag blok teks itu, tempatkan ke dalam kartu nama seperti gambar dibawah. Diusahakan agar ujung kaki teks alamat pada baris keempat menyentuh garis Guide yang horisontal dan titik windowshade yang kiri menyentuh Guide yang vertikal.

Lalu sempitkan blok teks alamat itu mendekati ujung huruf dari kalimat terpanjang dari alamat office, dalam hal ini tanda koma setelah kata “Bidakara”.

Tempatkan kursor kita di Handle Windowshade blok teks tekan tahan disana, dan drag kearah atas perlahan sehingga garis Windowshade blok teks itu berada di bawah kata “Jakarta 11420”. Jangan bingung dengan istilah Handle Windowshade dengan Windowshade, perhatikan gambar dibawah ini. Windowshade adalah segiempat dari blok teks yang mempunyai empat point di tiap sudutnya, sedangkan Handle Windowshade adalah gambar yang nempel di Windowshade tadi.


Kita kembali…
Setelah Handle Windowshade kita drag ke atas tadi, jangan kaget kalau alamat ‘Home’nya hilang, sebetulnya teksnya masih ada hanya seolah-olah digulung, yang menandai bahwa dibawahnya masih ada teks-teks yang tak terlihat mata itu adalah dengan adanya tanda segitiga terbalik berwarna merah yang ada dalam Handle Windowshade.

Dalam keadaan masih terlihat segitiga warna merah itu, tarik garis bantu (guide) dari mistar atas ke garis batas di atas kepala teks Office.

Sekarang, klik tanda segitiga merah itu, maka kursor kita akan berubah bentuk menjadi  posisikan ujung atas kursor kita di garis Guides vertikal yang kita buat terakhir tadi, tekan tahan mouse kita dan drag kursor dari sana diagonal ke kanan bawah sehingga menyentuh Guides yang paling kanan (lihat gambar disamping).
Klik mouse di sembarang tempat yang kosong, maka tampilannya akan seperti gambar dibawah.

Selamat, meskipun belum sempurna pembuatan kartu nama kita, paling tidak sudah kelihatan menarik bukan? Amankan file anda dengan men-save-nya, tekan tuts > S.
Langkah terakhir adalah menggeser blok teks alamat ‘Home’nya agar ujung paling panjang dari teks alamat itu (dalam hal ini tanda koma setelah angka 27), menyentuh Guides paling kanan. Caranya…. klik Pointer Tool kita di blok teks alamat ‘Home’ itu sehingga menjadi aktif, lalu geser dengan mendrag nya ke kanan, atau tekan tuts tanda panah ke kanan dari key board beberapa kali sampai blok teks itu sampai di tujuan.

Kalau Guide Anda mengganggu penglihatan kita, coba hilangkan dulu dengan menekan tuts ^ ; maka hasilnya akan seperti Gambar di bawah. Untuk menimbulkan kembali Guide tekan sekali lagi tuts ^ ;

Bagaimana sudah puas? Memang kartu nama kita sudah jadi, sudah manis kelihatannya. Tapi jika dikehendaki teks alamat ‘Home’ nya rata kanan, baiklah kita ikuti langkah-langkah selanjutnya.
Blok teks “Home” sampai “Barat.” dengan Text Tool, lalu tekan tuts pada key board ^ShR (Ctrl + Shift + R). Yang terjadi…. blok teks itu menjadi rata kanan.

Langkah terakhir sekali….. kita buatkan garis / lis diantara Nama dan jabatannya.
Ambil Constrained Tool di Toolbox, klik tahan mousenya dibawah huruf “A” dari teks “Asep”, drag mouse ke arah kanan sampai tiba di huruf “r” dari kata “Suhendar”  jangan dulu di klik mousenya kita arahkan Pointer tool kita ke Menu Bar dan telusuri: Element > Stroke > 1pt, tekan sekali lagi mouse kita di sembarang tempat yang kosong. Sekarang kartu nama kita telah dilengkapi dengan garis antara baris nama dengan jabatan yang tebalnya 1pt.

Selesai sudah pelajaran kita untuk membuat Kartu Nama, memang agak lama dan terkesan bertele-tele, tapi ane sengaja membuat sedetil ini agar tiap langkah dapat Anda ikuti dengan seksama. Tapi kalau Anda sudah mulai terbiasa dengan mengikuti langkah-langkah seperti di atas, maka pengerjaan kartu nama semacam ini sangat sangat gampang sekali.
Kalau dirasa sudah lancar, coba ganti-ganti isi dari Kartu Nama di atas dengan nama Anda sendiri, lalu jenis hurufnya diganti-ganti, dan boleh juga dicoba dengan bentuk kartu nama yang berdiri (eksklusif), tapi untuk ukurannya masih tetap saja 9 cm x 5,5 cm.

Selamat mencoba dengan kreasi Anda…..

Silakan klik disini untuk melihat video tutorialnya, agar Anda lebih cepet memahami materi ini.

Untuk mencetak hasil design kartu nama kita ke kertasnya, ikuti postingan selanjutnya…… sabar ya….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 6, 2012 in Adobe Page Maker, desktop publishing

 

Tag: , ,

Mengenal Areal Kerja PageMaker 7.0

Untuk memasuki areal kerja pada Adobe Page Maker versi 7.0 (PM7), marilah kita mulai pelajarannya dengan membuat file baru. Arahkan mouse kita ke Menu Bar. Sorot menu File, klik mouse kiri. Akan tampil menu drop down-nya, sorot New

dan klik mouse kiri. Maka sebentar kemudian di tengah layar abu-abu itu akan muncul kotak dialog Document Setup. Pada pembahasan selanjutnya urutan langkah seperti ini akan ane tuliskan seperti ini: File > New, biar ringkas gitu lho…
Untuk membuat file baru ini juga bisa menggunakan keyboard dengan menekan 2 tuts: Ctrl dan N (Ctrl + N) atau ^N.


Sekarang terpampang di hadapan kita sebuah kotak dialog bermerk Document Setup, yang mana didalamnya terdapat komponen-komponen yang harus kita ubah-ubah sesuai dengan model/design apa yang akan kita buat. Baiklah kita coba persiapkan:
*   Ukuran kertas/Page size dengan nilai defaultnya adalah Letter.
*   Ukuran panjang-lebarnya kertas/Dimension, dimana terdapat dua kotak angka yang dipisahkan dengan ‘x’ dan diakhiri dengan ’inches’. Di dalam kotaknya tertulis: 8,5 dan 11. Ini artinya bahwa ukuran kertas: Letter itu adalah 8,5 inchi x 11 inchi. Kedua angka ini otomatis berubah bila kita merubah ukuran pada point Page size di atas.
Untuk default satuan ukuran PM7 ini adalah inches/inchi tetapi berhubung ane lebih cocok dengan kebanyakan orang di negeri ini yang familiar dengan satuan ukuran ‘meteran’ yang mana untuk ukuran yang paling kecilnya mili meter, maka ane berniat merubahnya. Bila anda pun lebih cocok dengan satuan ukuran mili meter, marilah kita merubahnya bareng-bareng.
Caranya? Tutup dulu kotak dialog Document Setup dengan menekan tombol Cancel. Lalu telusuri Menu Bar…: File > Preferences > General.
Akan muncul kotak dialog Preferences….

Didalamnya terdapat kolom isian untuk Measurements in dan Vertical ruler disana tertera satuan ukuran: Inches (inchi). Tekanlah tombol/kotak Combo disamping  kotak teks ‘inches’ itu, temukan satuan ukuran ‘Millimeters’. Jika kita perhatikan ketika kita melakukan perubahan pada kotak isian Measurements in itu maka kotak isian yang ada pada Horizontal nudge ikut berubah secara otomatis angka maupun satuan ukurannya. Begitupun waktu kita merubah di kotak Vertical ruler, maka angka dan satuan ukuran di Vertical nudge pun ikutan berubah. Sudahi jendela Preferences itu dengan menekan tombol OK. Pengaturan yang lainnya dalam kotak dialog ini kita cuekin dulu aja.
Mari kita mulai dari awal lagi. Kembali ke Menu Bar dan telusuri: File > New.
Maka sekarang wajah dari kotak dialog Document Setup kita sudah mengalami perubahan, semua satuan ukuran inches sudah digantikan menjadi mm (mili meter).


Karena ukuran kertas di pasaran umumnya di negeri ini menggunakan standar A4 (210 x 297 mm), mari kita rubah ukuran kertas di Document Setupnya dari ukuran kertas  Letter sebagai defaultnya menjadi A4. Caranya?
Pada pilihan Page size, tekan kotak tombol combo/tombol bergambar panah ke bawah  yang letaknya di samping kotak teks. Klik mouse kiri, maka akan muncul kotak daftar yang berisikan jenis-jenis ukuran kertas, seperti: Letter, Legal, Tabloid, A4, A3, A5, B5 dll.

Sorot tulisan A4 dan klik mouse kiri.
Sekarang ukuran kertas pada Dimensions nya telah berubah menjadi 210 mm x 297 mm.
Ayo kita teruskan dengan pengaturan selanjutnya.
*   Posisi kertas/Orientation: dengan dua pilihan Tall (berdiri) atau Wide (tidur), tekan tombol radio  untuk memilihnya. Disini kita abaikan dulu pilihan pada Tall aja.
Perbedaan antara pilihan Tall dan Wide terhadap perputaran/rotasi kertas kerja kita dapat digambarkan seperti ini :

*   Options: ada empat buah pilihan check box yaitu Double-sided, Facing pages, Adjust layout dan Restart page numbering. Untuk kondisi defaultnya ada dua check box yang tercentang, satu tidak aktif dan satu lagi tidak tercentang.

Untuk sekarang hapus check box  yang ada di depan tulisan Double-sided dengan menekan , maka otomatis check box di depan Facing pages pun menjadi tidak aktif dan tulisannya menjadi kabur, dan text Inside dan Outside pada kolom Margins berubah menjadi Left dan Right.
*   Number of pages: terisi angka 1, Start page #: terisi angka 1 juga, sementara ini kita cuekin dulu gak usah diubah.
*   Margins:
Left: 25 mm, Right: 20 mm, Top: 20 mm dan Bottom: 20 mm ini artinya areal kerja kita pada kertas itu dibatasi dengan 25 mm dari tepi kiri kertas, 20 mm dari tepi kanan kertas, 20 mm dari tepi kepala kertas dan 20 mm dari tepi kaki kertas, untuk jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.

Areal kertas kerja (yang diwarnai dengan warna ungu) ini akan berpengaruh sekali waktu kita membuat surat, desain majalah, dll yang akan kita bahas nanti.
*   Target output resolution: 300 dpi, nilai ini disesuaikan dengan target cetakan nantinya di kertas, misalnya: jika printer kita beresolusi 300 dpi maka kita tentukan angka 300. Jika printernya beresolusi 600 maka kita ubah nilainya menjadi 600, dan seterusnya. Ini akan berpengaruh pada hasil cetaknya. Anda bisa coba sendiri nanti.
*   Compose to printer: ?DISPLAY on None, Ini menunjukkan bahwa kita belum menentukan jenis printer apa yang tersambung dengan komputer kerja kita. Tekan kotak combo yang ada di belakang kotak teks printer itu, maka akan muncul pilihan printer yang tersedia. Cocokkan dengan jenis printer yang Anda pakai. Contoh di sini ane memakai jenis printer HP LaserJet 6L PCL yang di Share lewat Server.

Selesai sudah kita utak-atik kotak dialog Document Setupnya, hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Akhiri semuanya dengan menekan tombol OK.
Untuk mengotak-atik Document Setup ini bisa juga dilakukan setelah kita berada pada areal kerja halamannya PM7, tetapi bedanya, jika dilakukan saat di areal kerja, maka hanya halaman/file itu saja yang berubah sesuai dengan setup yang kita buat. Tetapi jika kita persiapkan Document Setup nya sebelum memasuki areal kerja atau masih di halaman abu-abu seperti keadaan di atas, maka setiap kita membuat file baru maka akan disesuaikan dengan keadaan setup itu. Jadi berlaku untuk semua file baru, kecuali jika kita rubah lagi di dalam  areal kerjanya.

Sekarang anda berhadapan dengan layar berisikan areal kerja PM7 yang berupa selembar kertas kerja berukuran A4 atau 210 x 297 mm dengan kotak bergaris biru dan ungu. Kotak/kertas kerja itu ibaratnya tertempel di sebuah meja kerja yang berwarna putih bersih. Didalam kertas kerja inilah kita akan membuat/mendesain kartu nama, leaflet, brosur, buku, majalah dll. Apapun yang tergambar atau tertulis di dalam kertas inilah yang akan tercetak di kertas aslinya yang keluar dari printer. Sedangkan yang diluar kertas kerja, tidak akan tercetak.


Perhatikan bentuk mouse/kursor kita di areal kerja ini, berbentuk panah hitam  dan bila digerakkan ke 4 sisi monitor ataupun ke Toolbox, maka bentuknya menjadi  panah putih  dengan outline hitam.
*    Pastikan di sisi atas dan samping kiri areal kerja PM 7.0 itu terdapat mistar (Rulers). Bila tidak ada maka tekan  ^R (Ctrl + R) pada keyboard anda atau pergi ke Menu Bar telusuri: View > Show Rulers, dan klik kiri di sana.
*     Biasakan meng-klik Maximize   yang ada di pojok kanan atas, agar kita tahu sekarang lagi bekerja di file itu pada halaman berapa, dan jumlah total halaman yang tersedia di file itu ada berapa halaman (lihat pojok kiri bawah monitor).
Sampai di sini dulu pelajarannya, soalnya ane deh sesek nih…. mau bernafas dulu…. mau cari angin dulu ke luar. Lagian kalau ilmu itu biar cepet ketangkep alias nyerep nempel mesti sedikit-sedikit dipelajarinya, ibarat ngisi air ke gelas, coba kita tuang sekaligus dari gayung, pasti akan langsung meluber dan airnya tumpah ruah keluar. Lain halnya kalau kita tuang dengan cerek yang memakai lubang keluaran yang lebih kecil, tentu airnya akan keluar sedikit demi sedikit, teratur dan dapat kita perkirakan sampai cangkir itu penuh. Stop dulu kalau cangkir sudah penuh…..
Sekarang kita tutup dulu areal kerja kita di PM7 ini dengan menelusuri: File > Exit. Bila muncul kotak dialog yang mempertanyakan kita mau nge-Save nggak nya…. silakan terserah anda, kalau mau direkam hasil pelajaran kita tadi silakan tekan tombol Yes dan kasih nama filenya. Kalau tidak mau direkam…. tekan tombol No. Tapi kalau menekan tombol Cancel berarti anda masih mau belajar dan bekerja di areal kerja PM7.
Terserah anda mau pilih mana…. kalau saya akan pilih Exit > Start (di taskbar) > Shut Down….. dan matikan komputer…… cabuuuuttt….
Sampai nanti….. pada pelajaran yang seru, yakni mulai belajar mendesain kartu nama…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 13, 2012 in Adobe Page Maker, desktop publishing

 

Tag: , , , , ,

Mengenal Tool Box dan Alat Lain pada PageMaker 7.0

Perlengkapan lain pada program PM7 selain daripada Baris Menu (Menu Bar) dan Baris Tool (Tool Bar) yang sudah kita bahas, ada satu lagi sekotak peralatan yang disebut Kotak Alat (Tool Box). Sekotak  peralatan ini mungkin boleh dibilang alat yang paling penting karena yang paling sering digunakan sewaktu kita bekerja dengan PM7.
Toolbox, berisi 14 icon gambar alat yang disusun vertikal menjadi 2 deretan, yang mana masing-masing alat itu mempunyai fungsi tersendiri.


A    Pointer Tool, untuk memilih dan memodifikasi objek.
B    Rotating Tool, untuk memutar objek, baik teks maupun gambar.
C    Line Tool, untuk menggambar garis dengan sudut bebas.
D    Rectangle Tool, untuk menggambar kotak atau segi empat
E    Oval Tool, untuk menggambar lingkaran atau oval.
F    Polygon Tool, untuk menggambar bintang dengan sudut ke dalam yang bisa diubah-ubah.
G    Grabber Hand, untuk menggeser halaman dengan cepat, tanpa menggeser scrool box jika halaman melebihi ukuran yang sebenarnya (actual size).
H    Text Tool, untuk memodifikasi teks.
   Cropping Tool, untuk memotong gambar yang tidak dikehendaki dari gambar yang ditampilkan di halaman.
J    Constrained Tool, alat untuk menggambar garis dengan sudut kelipatan 450
K    Rectangle Frame Tool, untuk membatasi teks ataupun gambar dalam kotak yang akan ditampilkan di halaman.
L    Oval Frame Tool, untuk membatasi teks ataupun gambar dalam lingkaran/oval yang akan ditampilkan di halaman.
M    Polygon Frame Tool, untuk membatasi teks ataupun gambar dalam kotak persegi enam yang akan ditampilkan di halaman.
N    Zoom Tool, untuk memperbesar dan memperkecil penampakan halaman.
Toolbox pun posisinya bisa kita ubah-ubah sesuai dengan keinginan kita, hanya dia terbatas di dalam areal layar, tidak bisa menempel ke empat sisi layar seperti halnya Tool Bar. Caranya, tekan-tahan kursor di bagian atas (yang berwarna biru) dari kotak Toolbox itu (lihat gambar) lalu silakan gotong-gotong itu kotak kemana yang anda suka.


Selain itu masih ada Icon Kontrol Menu, Tombol Ukuran dan Tombol Exit.

–   Icon Kontrol Menu; letaknya di sudut kiri atas daripada layar PM7. Coba tunjuk icon gambar itu dengan kursor kita, lalu tekan mouse sebelah kiri, maka akan muncul sub-sub menu:
–    Restore; mengecilkan ukuran jendela kerja/Program PageMaker, seperti Gambar 17.
–    Move; tidak aktif.
–    Size; tidak aktif.
–    Minimize; mengecilkan ukuran jendela kerja/Program PM menjadi berupa icon saja, letaknya di jajaran taskbar (Gambar 18).
–    Maximize; tidak aktif.
–    Close Alt+F4; untuk menutup program/exit dari program Adobe PageMaker.
–    Clipboard; untuk memunculkan Clipboard viewer.
Untuk menu Minimize, Restore dan Close di atas fungsinya sama dengan Minimize , Restore  dan Tombol Exit yang letaknya di sudut kanan atas layar, satu flat/sejajar dengan Icon Kontrol Menu tadi.
Dalam keadaan layar masih berwarna abu-abu, artinya kita masih belum beroperasi di areal kerjanya PM7, kita sudah bisa memanfaatkan sebagian fungsi-fungsi dari Menu Bar maupun Tool Bar tapi untuk pembahasannya yang mendetail nanti ane tuliskan sambil jalan aja, ya!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2012 in Adobe Page Maker, desktop publishing

 

Tag: , ,

Mengenal Menu Bar dan Tool Bar pada PageMaker 7.0

Bagaimana anda siap mempelajari program ini dengan komputer yang anda pakai sekarang?
Kalau sudah siap…… Bismillah….. tekadkan dalam hati, kuatkan niat, buka pikiran…. mudah-mudahan ilmu ini dipermudah untuk mempelajari dan memahaminya…..Insya Allah.
Pertama-tama arahkan mouse ke menu Start yang ada di taskbar Windows dan klik kiri di sana, lalu geser mouse ke All Programs dan geser lagi mouse untuk mencari gambar icon program Adobe PageMaker 7.0 diantara deretan program yang ada dalam komputer anda. Kalo di komputer ane, berhubung program ini adalah program andalan buat kerja, maka icon gambarnya ane letakkan di deretan yang pertama kali nongol kalau kita menekan tombol Start di taskbar Windowsnya (Lihat gambar), tapi dimanapun letaknya, yang penting tujuan kita sama yakni menunjuk icon gambar program Adobe Page Maker 7.0.
Setelah ketemu dan ditunjuk icon gambarnya, lalu klik kiri satu kali di mouse anda, maka proses ‘penampakan’ program yang kita tunggu-tunggu pun akan segera muncul.


Tunggu beberapa saat, di layar monitor akan muncul logo dari Program Adobe PageMaker versi 7.0 beserta Perusahaan dan para pembuatnya seperti terlihat pada Gambar.


Buat anda yang pernah memakai Program PM dengan versi yang lebih dulu, maka akan tahu kalau tampilan awal dari Program PageMaker versi ini mempunyai perbedaan dibanding dengan tampilan awal PageMaker pada versi sebelumnya.
Selanjutnya layar menjadi kosong berwarna abu-abu, dengan sederet Menu Bar, Tool Bar dan Tool Box (lihat gambar).


Inilah jendela pertama dari Program Adobe PageMaker 7.0. Dan anda sudah siap ‘beroperasi’ dengan program canggih ini.

*   Baris Menu (Menu Bar), yakni sederet Menu yang letaknya ada di bagian atas dari layar monitor anda. Masing-masing memiliki Sub-sub Menu tersembunyi (menu drop down) yang akan ditampilkan bila kita sorot Nama dari Menu itu dengan kursor dan klik mouse kiri. Deretan Menunya adalah: File, Edit, Layout, Type, Element, Utilities, View, Window dan Help.

*   Baris Tool (Tool Bar), berisi sederet tombol-tombol perintah berupa icon-icon gambar yang dipakai untuk bekerja dengan PM7 agar lebih cepat dan praktis. Icon-icon gambar ini mewakili menu / command : New, Open, Save, Print, Find, Character Specs, Increase Font Size, Decrease Font Size, Spelling, Fill and Stroke, Paraghraph Specs, Indents/Tabs, Bullets and Numbering, Outdent, Indent, Insert Pages, Remove Pages, Frame Options, Text Wrap, Update Links, Picture Palette, Place, Photoshop, HTML Export, Export Adobe PDF, Zoom In, Zoom Out, Actual Size, Fit in Window dan Help.

Sekarang, kita akan main-main sebentar dengan satu set Tool Bar ini, tapi bukan hanya main-main semata tapi akan berguna dikemudian hari lho….
Main-main, maksudnya? Satu set Tool Bar bila perlu bisa kita pindah-pindahkan posisinya sesuai dengan keinginan kita. Caranya? Bila posisi Tool Bar ada di bagian atas layar dan akan kita pindahkan ke sisi kanan layar, maka kursor kita geserkan ke posisi sudut layar paling kanan sejajar dengan Tool Bar itu, …

lalu klik-tahan tombol mouse kiri beberapa saat, maka secara otomatis Tool Bar kita akan berpindah tempat ke posisi layar sisi kanan, bentuknya jadi vertikal (seperti terlihat pada gambar).


Bila anda menginginkan posisi ToolBar pindah lagi ke sisi bawah layar, maka sorot areal kosong di bagian bawah Tool Bar, …..

lalu tekan dan tahan mouse. Selanjutnya sambil mouse ditekan-tahan, geser (drag) kursor ke arah kiri. Dan lihat Tool Bar berpindah ke sisi layar bawah, diatas deretan Taskbar-nya Windows (lihat hasilnya), lalu lepas mouse.


Bila Tool Bar dirasa masih perlu dipindah ke sisi kiri layar, maka sorot bagian kosong di sebelah kanan deretan Tool Bar-nya, ….

lalu tekan-tahan mouse, dan drag ke arah kiri layar. Jangan kaget kalau waktu kita mendrag itu, posisi panah kursor kita tiba-tiba berada di tengah-bawah deretan Tool Bar yang sedang kita geserkan.

Teruskan saja men-drag-nya sampai mentok (batas) kiri layar. Sampailah Tool Bar kita pada posisi yang diinginkan (lihat hasilnya).


Kalau masih belum merasa puas dengan posisi sekarang kita bisa memindahkan lagi Tool Bar-nya ke posisi yang netral / melayang-layang di dalam areal kerja kita. Yaitu dengan tekan-tahan kursor di bawah deretan Tool Bar yang kosong, ……

lalu drag ke tengah layar. Silahkan mau dikemanain lagi tuh Tool Bar nya?
Sudahi dulu main-main dengan menggotong-gotong Tool Bar ini.
Tidak sekedar main-main seperti yang ane katakan di atas, menggotong-gotong Tool Bar ini akan berguna saat kita bekerja dengan halaman kita, karena sekali waktu pasti kita perlu memindahkan posisi Tool Bar itu. Tunggu saja tanggal mainnya…..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2012 in Adobe Page Maker, desktop publishing

 

Tag: , , ,

Mengenal Adobe PageMaker 7.0

Image

Baiklah untuk tahap perkenalan ini, ane mo sedikit cuplik dari beberapa sumber terpercaya tentang ilmu Desktop Publishing PageMaker versi 7.0. Begini katanya, Adobe Page Make adalah sebuah program tata letak yang canggih dan terpopuler diantara program-program Desktop Publishing lainnya. Dijadikan program andalan oleh mereka yang berkecimpung di dunia publikasi yang lingkup kegiatannya seputar masalah design, tata letak dan pengolahan kata. Program lain yang sejenis diantaranya Ventura, Frame Maker, QuarkXPress, InDesign, dan lain-lain. Tapi program PageMaker lah yang paling mudah dipelajari buat para pemula, dan paling bisa diandalkan bagi mereka yang sudah terjun dalam lingkaran pekerjaan desktop Publishing, paling tidak ini menurut pendapat ane.
Pada awal-awalnya mesin canggih yang kita sebut sebagai “komputer” dipakai khalayak, pasti ada program pengolah katanya yakni Wordstar pada versi Dos, lalu setelah ada Windows program pengolah katanya kita kenal Microsoft Word, WordPad, NotePad, dll. Namun pengolahan kata dengan program-program itu hanya terbatas pada pekerjaan-pekerjaan yang sederhana yang biasa dibuat untuk keperluan kantor semata, tetapi untuk jenis-jenis pekerjaan yang sudah mulai kompleks dan memerlukan tata letak yang lebih profesional, maka dengan Adobe Pagemaker semua bisa ditangani dengan mudahnya.
PageMaker versi 7.0 (PM7 ) seperti versi-versi sebelumnya, mampu membuat publikasi dari yang sederhana seperti pembuatan kartu nama, nota, brosur, sertifikat sampai pada pembuatan publikasi yang profesional seperti majalah, tabloid, leaflet, kamus, direktori dan lain-lain.
PM7 dapat dijalankan pada Komputer yang berbasis system Windows 98, 2000, NT ataupun XP. Kapasitas komputer pun tidak perlu yang besar-besar, dengan komputer yang ‘jadul’ pun bisa. Seperti komputer yang ane pakai selama ini yang masih Pentium 2, RAM nya 224 MB dengan aplikasi Windows 98 aja sudah cukup memadai untuk menjalankan program ini.Tapi untuk anda yang lebih menyukai kecepatan kerja dan keleluasaan space pada komputernya, akan lebih baik jika Hardisk dan RAM nya lebih besar dari yang ane pakai.
Baiklah sebelum kita bekerja dengan Program PM7 ini silakan anda install dulu programnya ke dalam komputer anda. Anda bisa menginstall dari cd program ataupun dari internet, sekarang sudah banyak web-web yang menawarkan program install PM7 yang free alias gratis. Jangan takut di dunia maya pun masih banyak orang yang berbaek hati……
Ikuti semua petunjuk yang muncul di layar komputer anda selama proses peng-instal-an itu. Jika anda beruntung prosesnya akan rampung dan anda dinyatakan success oleh komputer, tapi jika tidak….. bisa dicoba-coba terus sampai berhasil, atau bisa minta bantuan rekan anda yang lebih pakar untuk penginstallannya. Tapi pengalaman ane, dari sekian kali menginstall program ini, hanya pernah sekali gagal. Itu dulu. Tapi selanjutnya mulus-mulus saja. Karena memang dulu kalau ada terjadi trouble sedikit saja pada program ini, ane tidak segan-segan untuk meng-uninstall ulang, meng-install lagi… dan lagi… Itung-itung melancarkan belajar meng-install program… he… he… he…
Kalau sudah selesai menginstall, dan anda yakin program PM7 nya sudah terinstalasi dengan baik, mari kita mulai belajar memakai program canggih ini……
Untuk itu…… tunggu postingan ane selanjutnya…. he…he…he…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 10, 2012 in Adobe Page Maker, desktop publishing

 

Tag: , , , , ,